Proposal Gripen Kami Sangat Komprehensif, Fleksibel

Dan Enstedt, Presiden Direktur dan CEO, Saab Asia Pacific, berbicara soal aktivitas Saab di Indonesia dan proposal Gripen dan bagaimana Saab dapat menjadi mitra untuk memenuhi kebutuhan pertahanan Indonesia.

Bisa Anda jelaskan lebih lanjut tentang aktivitas Saab di Indonesia?

Kami mempunyai kehadiran yang kuat di kawasan ini dan membentang dari Korea Selatan sampai dengan India. Produk kami sudah dipercaya oleh banyak negara di Asia Tenggara. TNI salah satunya, adalah pengguna RBS 70 dan radar Giraffe untuk waktu yang cukup lama, kami juga melihat potensi untuk beberapa area di masa depan di sini.  

Indonesia mempunyai tantangan yang cukup unik ragamnya, mulai dari mengamankan negara kepulauan yang sangat besar sampia dengan menjadi penjaga dari rute laut yang cukup sensitif. Banyak ancaman dari pembajak laut, penangkapan ikan ilegal, pemotongan pohon ilegal, dan lalu lintas kapal ilegal lainya. Semua ini memerlukan sistem pengawasan yang hemat biaya operasional dan berkualitas tinggi dan dapat membuahkan hasil. Untuk Indonesia, bukan hanya harus memenuhi angka yang diperlukan untuk mengawasi kawasan darat dan lautan yang luas. Tetapi yang diperlukan adalah bagaimana aset dapat menggandakan kapabilitas tewat teknologi.

Contohnya, menyambungkan angkatan darat, laut dan udara lewat tautan data dan menggambungkan informasi dengan cepat dan memungkinkan untuk meluncurkan solusi paling tepat dengan cepat. Saab mempunyai solusi terbaik untuk situsi tersebut dan ni menjadi alasan mengapa TNI sangat tertarik dengan produk-produk kami.

Satu hal lain yang sangat relevan untuk Indonesia adalah bagaimana Saab dan Swedia membuat teknologi yang tidak bergantung pada negara superpower,  ini dikarenakan situasi politik kami selama perang dingin. Saat ini, kami melihat beberapa hal di Indonesia yang masih menjadi kepentingan negara super power. Dengan komitmen Indonesia untuk mengembangkan sebuah industri pertahanan yang kuat dan mandiri, Saab dapat memposisikan dirinya sebagai mitra yang dapat dipercaya untuk mengambangkan teknologi industri pertahanan yang independen lewat filosofi transfer teknologi kami. 

Bagaimana cara Gripen Memenuhi Kebutuhan TNI-AU?

TNI-AU mengawasi kawasan yang sangat luas, termasuk 17,000 pulau yang membentang sebesar 2 juta kilometer persegi. Kepulauan yang luas ini membutuhkan kekuatan udara yang mempunyai ketersediaan operasional yang selalu sigap, waktu yang cepat untuk dipersiapkan dan dapat menjalankan beragam peran karena situasi apapun dapat berubah menjadi ancaman dan memerlukan penanggulangan dengan cepat. Yang paling penting, Indonesia perlu pesawat yang cukup untuk melindungi perbatasan.  

Gripen adalah yang pertama dari pesawat tempur multiperan generasi berikutnya yang masuk dalam tahap operasional. Gripen dapat melakukan jenis misi yang ekstensif termasuk udara-ke-udara, udara-ke-permukaan dan pengintaian dengan aplikasi persenjataan yang paling mutakhir. Gripen adalah sebuah pesawat tempur dengan performa yang terbukti dan hemat biaya untuk dioperasikan untuk tahun-tahun berikutnya dibanding kompetitornya yang mempunyai badan besar dan mesin ganda. 

Apa Saja Fitur Utama dari Proposal Gripen dari Saab untuk Indonesia?

Kami sudah menawarkan pesawat tempur Gripen C yang dilengkapi dengan kapabilitas MS20 yang paling mutakhir termasuk misil udara-ke-udara MBDA Meteor beyond-visual-range dan bom berdiameter kecil Boeing GBU-39. Opsi Gripen E juga terbuka tergantung kapabilitas apa yang diperlukan oleh Indonesia.

Proposal kami sangat komprehensif, fleksibel dan ditujukan untuk dapat berkontribusi kepada pengembangan kapabilitas pertahanan dan dirgantara nasional. Gripen dapat memenuhi segala kebutuhan operasional yang diperlukan oleh Indonesia dan produk ini adalah solusi untuk peperangan yang efektif untuk Indonesia. 

Selain itu, kami juga menawarkan sistem pertahanan udara yang lengkap yang termasuk dari airborne early warning and control (AEW&C) untuk pengawasan maritim, tautan data taktis (tactical datalink) untuk berbagi data antar-platform dan pusat komando berbasis darat.  

Kami sangat berkomitmen untuk bekerja sama dengan industri lokal untuk mendukung pengguna. Kami percaya bahwa dengan ini, banyak sekali lapangan pekerjaan akan dibuka lewat kerjasama industri yang kuat yang termasuk transfer teknologi dan produksi dalam negeri. Kami membuka peluang pekerjaan dengan konsep penawaran ini dan hal inilah yang tidak dilakukan oleh kompetitor kami. Beberapa hal inilah yang membuat proposal kami unik.

Apakah Saab akan berinvestasi di sektor sipil?

Ya, Saab melihat peran yang sangat besar di sektor sipil.

Tantangan yang besar bagi Indonesia adalah untuk membangun kapasitas di infrastruktur: manajemen lalu lintas udara, lalu lintas kapal dan manajemen pelabuhan, transportasi darat dan rel. Bersama, Swedia dan  Indonesia dapat meningkatkan kapasitas didalam sektor ini dengan teknologi terbaru sebagai pendukung utamanya. Tetapi, masalahnya bukan dari pembelian teknologi. Aspek yang kritis adalah bagaimana cara membangun kapasitas domestik yang dapat menyerap dan menguasai teknologi lalu juga dapat membuat kapabilitas untuk mengelola dan mengoperasikan sistem ini dengan kemampuan untuk menciptakan platform bagi masa depan.

Kuncinya dapat ditemukan di pendekatan ‘triple helix’ kami, dimana perusahaan, pemerintah dan institusi akademis bekerjasama. Swedia dan Indonesia dapat bekerjasama dalam lingkungan triple helix untuk membangun kapabilias baru dan berbagi inovasi yang akan menjadi dasar bandar udara, pelabuhan, rel dan transportasi generasi terbaru yang ramah lingkungan dan efisien sekaligus membangun infrastruktur yang efisien. 

Ada area dimana teknologi buatan Saab membuat perubahan yang besar.

Kita ambil contoh dari sektor maritim. Ketika kapal menjadi lebih besar, infrastruktur pelabuhan harus dimonitor secara terus menerus. Sementara itu di masa lalu, kapal-kapal mengupdate chart mereka berdasarkan pemberitahuan ke mariner, pengguna ECDS juga dapat mengupdate chart mereka langsung ketika informasi tersedia. Layanan ini akan memungkinkan kapal-kapal besar untuk datang dalam kondisi kabut dan penglihatan yang buram karena hujan. Menggunakan teknologi modern seperti ini, Tanjung Priok dan pelabuhan Indonesia yang lain dapat berkompetisi dengan pelabuhan lainnya di Asia Tenggara.   

Yang kedua, coba kita lihat kebutuhan untuk infrastruktur airport. Indonesia sekarang mempunyai 57 maskapai dengan 400 rute penerbangan domestik dan internasional. Banyak dari maskapai ini berkembang dengan pesat. Lion Air sudah menandatangani kontrak dalam tiga tahun terakhir ini untuk 500 pesawat. Permintaan konsumen yang sangat banyak kadang melebihi kapasitas penerbangan. Bandar udara Soekarno-Hatta di Jakarta melayani 1,100 penerbangan dalam sehari dengan lebih dari 60 juta penumpang per tahun. Sementara kapasitasnya hanya dapat mengakomodir 22 juta penumpang. Saab menawarkan beragam solusi untuk mendukung industri penerbangan, melingkupi sektor transportasi udara yang berbeda termasuk kendali lalu lintas udara,maskapai dan manajemen operasi bandar udara, pengintergrasian dan distribusi data. 

Apa status dari program GBAD?

Kami sudah membuat persetujuan dengan PT. Pindad untuk memasarkan sistem ground based air defence (GBAD) dan memperpanjang masa operasional sistem yang sekarang dioperasikan oleh TNI.

Indonesia sudah menjadi pengguna RBS 70 sejak tahun 80an dan ada kebutuhan untuk memperpanjang masa operasional misil yang sudah dipakai. Kami bekerjasama dengan PT. Pindad untuk perihal ini, dan ini akan menjadi dasar yang bagus untuk kerjasama di masa depan. Bersama, kami akan bekerja untuk memenangkan pengadaan GBAD di Indonesia yang kami harapkan akan menjadi seuksesan bagi sistem RBS 70 NG dan radar kami yang canggih.

PT. Pindad adalah mitra yang tepat untuk Saab. Kami sudah mengadakan lokakarya di fasilitas PT. Pindad di Bandung baru-baru ini untuk menggarisbesarkan penawaran kami untuk Kemhan dan TNI. Di Indo Defence Anda dapat melihat contoh model penawaran kami ke Indonesia; RBS 70 NG dengan simulatornya, misil BOLIDE dan radar Giraffe 1X -  semua ini akan ditampilkan di area pameran indoor dan outdoor PT. Pindad.